Kesalahan Berbeda dengan Kebenaran

on Minggu, 21 November 2010

Horas to my huta

Sebuah kesalahan tidak akan menjadi kebenaran sesering apa pun dilakukan. Sebuah kebenaran tidak akan menjadi kesalahan, meski tidak ada yang pernah mendengar (M.Gandhi).

Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita melihat hal yang salah menjadi suatu kebenaran, sedangkan yang benar menjadi salah. Hal ini terjadi karena adanya rekayasa oleh pihak tertentu, misalnya yang terjadi dalam dunia hukum dan politik di Indonesia; semuanya ditentukan oleh pihak yang berkuasa. Tetapi semua ini merupakan hal yang tidak baik dan tidak boleh terjadi, karena kesalahan tetap merupakan kesalahan dan kebenaran tetap merupakan kebenaran; tidak mungkin kesalahan berubah menjadi kebenaran, dan sebaliknya.

Gandhi mengatakan bahwa kesalahan tidak akan menjadi kebenaran sesering apa pun dilakukan. Bila sering dilakukan, maka kesalahan tersebut menjadi suatu kebiasaan dan mungkin dilakukan oleh lebih banyak orang, tetapi hal tersebut tetap salah dan bukan merupakan suatu kebenaran. Misalnya beberapa tahun yang lalu setelah terjadi reformasi, kita sering mendengar bila ada penjahat yang tertangkap maka masyarakat segera membakarnya. Karena disiarkan oleh media massa, maka hal ini menjadi contoh negatif dan dilakukan di berbagai tempat. Walau hal ini sering dilakukan, jelas tetap merupakan kesalahan, karena hal ini melanggar hukum, keadilan, dan kemanusiaan.

Sebaliknya sebuah kebenaran tidak akan menjadi kesalahan, meski tidak ada yang pernah mendengar . Misalnya ada orang yang telah menjadi narapidana bertahun-tahun karena disangka telah melakukan pembunuhan, tetapi akhirnya diketahui bahwa yang melakukan pembunuhan bukan orang tersebut. Hal ini terjadi karena terjadi kesalahan dalam pengambilan keputusan di pengadilan, tetapi kebenaran tetaplah merupakan suatu kebenaran walaupun baru terungkap setelah sekian tahun dan selama itu tidak ada yang mempercayainya.

Janganlah mencari kebenaran palsu di dunia yang penuh rekayasa ini, tetapi marilah kita cari kebenaran sejati dari Tuhan, karena Dia-lah sumber kebenaran. Ikutilah berbagai petunjuk-Nya yang antara lain terdapat dalam Kitab Suci kita, dan juga dengarkanlah suara Tuhan yang ada di dalam hati kita ...

Sikap Bijaksana

Horas to my huta

Sikap adalah yang dilakukan, bukan yang dipikirkan, dirasakan atau dipercayai.
Orang bijaksana membuat lebih banyak kesempatan daripada yang sudah ditemukan.
Orang yang hidup baik berarti cukup belajar.

Banyak orang mengatakan bahwa semua yang kita pikirkan, rasakan dan percayai pasti akan terwujud. Hal tersebut memang benar, tetapi semuanya harus diimbangi dengan tindakan atau action. Bila kita melakukan semua yang kita inginkan maka hal tersebut akan menjadi sikap bagi diri kita. Sikap dihasilkan dari suatu action, yang tidak cukup hanya merupakan konsep dalam kepala dan hati kita.

Atas setiap penemuan yang telah dihasilkan seseorang, maka biasanya banyak orang yang mengganggap hal itu biasa dan mudah. Padahal kita tahu untuk menemukan sesuatu, kita perlu bekerja keras, pantang menyerah untuk mencoba, dan terus belajar dari setiap kegagalan yang telah kita lakukan. Untuk menjadi orang bijaksana, kita perlu menghargai setiap jerih payah yang menghasilkan suatu penemuan dan juga membuat lebih banyak kesempatan untuk menemukan berbagai hal baru berikutnya.

Untuk menjadi orang yang baik kita perlu untuk terus belajar dan belajar; memperbaiki setiap kesalahan yang telah kita lakukan dan belajar bagaimana mengatasi hal tersebut. Dengan belajar dan berusaha maka tingkat kehidupan kita secara ekonomis menjadi lebih baik; dengan belajar bersyukur maka kita menikmati bahwa hidup ini penuh keindahan. Marilah kita belajar dan menjadi baik serta bijaksana …

Tiga hal mengenai pohon

on Jumat, 19 November 2010

Horas to my huta

Seorang bijak bercerita tentang filosofi pohon ....
Ada 3 hal yang kita bisa belajar tentang pohon kata dia :

1. Pohon tidak makan dari buahnya sendiri

Buah adalah hasil dari pohon...dari mana pohon memperoleh makan ? Pohon memperoleh makan dari tanah...semakin akarnya dalam semakin dia bisa menyerap nutrisi lebih banyak...ini berbicara tentang kedekatan hubungan kita dengan Sang Pencipta sebagai Sumber Kehidupan kita...

Ada cerita menarik...katanya buah kurma itu manis sekali...Kenapa bisa begitu ?

Menurut ceritanya pohon kurma itu ditanam di padang pasir...Bijinya ditaruh di kedalaman 2 meter kemudian ditutup dengan 4 lapisan...Sebelum pohon kurma itu tumbuh maka dia berakar begitu dalam sampai kemudian menembus 4 lapisan tsb dan menghasilkan buah yang manis di tengah padang pasir...

Ada proses tekanan begitu hebat ketika kita menginginkan hasil yang luar biasa...Seperti perumpamaan pegas yang memiliki daya dorong kuat ketika ditekan...

2. Pohon tidak tersinggung ketika buahnya dipetik orang

Kadang kita protes kenapa kerja keras kita yang menikmati justru orang lain...Ini bicara tentang prinsip memberi...dimana kita ini bukan bekerja untuk hidup, tetapi bekerja untuk memberi buah...artinya apa ? kita bekerja keras supaya kita dapat memberi lebih banyak kepada orang yang membutuhkan...jadi bukan untuk kenikmatan sendiri... cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu....tapi tidak pernah ada kata cukup untuk memberkati orang lain dengan pemberian kita....

3. Buah yang dihasilkan pohon itu menghasilkan biji dan biji itu menghasilkan multiplikasi.

Ini bicara tentang bagaimana hidup kita memberi impact terhadap orang lain...Katanya pemimpin itu bukan masalah posisi atau jabatan...tapi masalah pengaruh dan inspirasi yang diberikan kepada orang lain...

Demikianlah yang diceritakan orang bijak itu tentang filosofi pohon...

-Glowing In The Dark-

Horas to my huta

Sepulang dari sebuah perjalan ke luar negeri, seorang pria membelikan oleh-oleh bagi istrinya berupa sebuah kotak korek api yang bercahaya dalam gelap. Saat ia memberikan kepada istrinya, ia ingin memperlihatkan pada istrinya bahwa kotak itu bisa bercahaya, namun sewaktu lampu di nyalakan kotak itu tidak mengeluarkan Cahaya.

“Dagelan yang tidak lucu,” demikian seru istrinya.

Dengan kecewa pria itu berkata, “Aku telah tertipu.”

Tapi saat istrinya membolak balik kotak korek api itu, dia melihat sederet kalimat dalam bahasa Perancis. Setelah bertanya pada seorang teman, ternyata kalimat itu berbunyi, “Jika Anda ingin saya bersinar pada malam hari, jemurlah saya di bawah terik matahari.” Karena itu si istri menempatkan kotak itu di jendela. Sorenya saat sang suami pulang, ia memadamkan lampu dan memperlihatkan pada suaminya bagaimana kotak itu sekarang bisa bercahaya.

Suaminya heran dan bertanya, “Apa yang kau lakukan?”

Istrinya menjawab, “Aku sudah tahu rahasianya. Kotak itu harus di jemur di bawah terang supaya dapat bercahaya.”

Sama halnya dengan orang percaya, jika kita ingin bersaksi di tengah gelapan dunia ini, kita harus berada di dalam terang Tuhan dulu. Berjemurlah dalam terang firman Tuhan, penuhilah hidup Anda dengan hadirat Tuhan, dan ijinkan Roh Kudus memakai hidup Anda untuk bercahaya dalam kegelapan.

Rasul Paulus menuliskan kepada orang percaya di Filipi seperti ini, “Supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tidak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya dan yang sesat ini, sehingga kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia, sambil berpegang pada firman kehidupan, agar aku dapat bermegah pada hari Kristus, bahwa aku tidak percuma berlomba dan tidak percuma bersusah-susah.” Filipi 2:15-16.

Anda tidak bisa bersinar dengan kekuatan Anda sendiri. Anda hanya bisa bersinar jika Anda berada dibawah terang Kristus Yesus.

Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang. -Efesus 5:8-




*SMS Air Kehidupan :

"Iblis tersenyum ketika kita menyusun suatu rencana yang tidak berkenan di hati Bapa; Iblis tertawa ketika kita terlalu sibuk. Namun, iblis gemetar saat kira berdoa"
Doa dapat menembus batas ketidakmungkinan dan kemustahilan. Tetaplah berdoa sebab itulah sumber kekuatan kita!

HUMBAHAS-1 MENATAP ERA KE-2 DALAM PENGEMBANGAN DAERAH PERBATASAN TERTINGGAL

on Jumat, 15 Oktober 2010

Horas to my huta

Oleh: Sutrisno Sianturi

Secara umum berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dalam mewujudkan pembangunan bidang-bidang kesejahteraan bersama, hendaknya mampu dijadikan komitmen bersama menuju masyarakat sejahtera dan berketahanan sosial, dan tentunya adanya pemerataan taraf kesejateraan penduduk yang seimbang di setiap wilayah.

Dimana kesejahteraan tersebut jelas merupakan komitmen NKRI yang terbukti dengan tertuangnya hal tersebut di dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, alinea ke IV :
“Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada: Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.”

Sangat terlihat bahwa memberdayakan masyarakat untuk terlibat dalam proses pembangunan nasional sudah seharusnya menjadi amanat konstitusi untuk menjaga tegak dan utuhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kawasan perbatasan antar Negara secara umum dan kabupaten dalam ruang lingkup yang lebih kecil lagi senantiasa menjadi permasalahan mendasar, terkait dengan bagaimana upaya pemerintah memberikan perhatian sepenuhnya terhadap seluruh aspek pengembangan baik ditinjau dari fisik maupun pemberdayaan sumber daya manusia.

Dalam hal ini kita lebih memfokuskan penglihatan kaca mata kita bagaimana pembangunan daerah perbatasan di Kabupaten Humbang Hasundutan. Sudahkah mengecap manisnya pembangunan sebagai mana dengan daerah lain di kabupaten ini.

Harapan sebelum pemilukada Rabu, 9 Juni 2010


Memang tidak bisa dipungkiri pembangunan di Humbahas tergolong berkembang pesat seiring berjalannya waktu, terutama di bidang infrastuktur terutama pembangunan jalan, dan bahkan telah bisa menjadi sebuah percontohan bagi kabupaten di sekitarnya. Walaupun pembangunan secara menyeluruh belum bisa dibilang telah berimbang.

Dalam hal ini peran aktif seluruh komponen masyarakat sangat dibutuhkan dalam memberikan suatu reposisi untuk mendorong pengelolaan kawasan perbatasan secara terpadu antara pelaku, antar sektor dan antar daerah untuk mempercepat pembangunan di kawasan perbatasan, yang tentunya harus dikelola oleh pemerintah.
Beberapa karakterisitik terlihat pada wilayah-wilayah perbatasan, diataranya :
a. Sebagian besar memiliki kondisi sosial ekonomi serta infra struktur yang terbatas;
b. Menyebar, yang secara geografis berjarak lebih dekat dengan kegiatan ekonomi daerah tetangga daripada pusat pemerintahan dari kabupaten yang melingkupingya(terutama sektor pasar);
c. Kegiatan sosial sosial ekonomi cenderung dipengaruhi oleh ketergantungan kepada negara tetangga), misalnya wawasan adat istiadat di Paranginan yang lebih cenderung lebih dekat dengan daerah kabupaten Taput.

Sebagai salah satu contoh nyata, Desa Lumban Sianturi Kecamatan Paranginan akan melakukan kegiatan menjual-beli hasil bumi, jauh lebih sering ke daerah Siborong-borong daripada melakukannya Paranginan atau Onan Lintongnihuta karena mereka merasa di Siborong-borong lebih lengkap komponen pasarnya. Dan yang lebih butuh perhatian lagi adalah desa Sihonongan, kecamatan Paranginan yang berada di lereng perbukitan antara Paranginan dan Kec. Muara hampir seluruh kultur sosialnya telah berbaur dengan Kecamatan Muara. Dimana akses jalan yang belum ada ke daerah tersebut, memaksa mereka melakukan kehidupan bermasyarakat ke daerah Muara yang notabene geografisnya berada di bawah daerah Sihonongan. Dari kegiatan adat, perpasaran, bahkan pendidikan mereka hampir mutlak adalah warga Kecamatan Muara, Kabupaten Taput. Kecuali hanya data kependudukan yang merupakan warga Kabupaten Humbahas karena tuntunan keberadaan wilayah. Hal tersebut hanya contoh kecil saja, dan mungkin hal itu dialami oleh daerah-daerah lainnya di kabupaten Humbahas yang merukan daerah perbatasan.

Seiring masa pemilukada di Humbahas dalam mencari HUmbahas-1, sudahkah para calon-calon pengisi kursi yang terhormat itu sudah memikirkannya?
Mungkin sebagai salah satu calon penghuni kursi Humbahas-1, sudah selayaknya memikirkan permasalahan klasik yang terjadi di daerah perbatas. Yakni belum memadainya kapasitas pemda dalam pengelolaan kawasan perbatasan, mengingat penangannya bersifat lintas administrasi wilayah pemerintahan dan lintas sektoral, sehingga masih memerlukan koordinasi dari institusi yang secara hirarkis lebih tinggi. Selanjutnya, belum tersosialisasikannya peraturan mengenai pengelolaan kawasan perbatasan, yang tentunya masih dihantui terbatasnya anggaran pembangunan pemda.

Setiap insan di daerah ini, sangat membutuhkan infrasturuktur yang memang untuk mewujudkannya masih sangat sulit. Dimana Pemda juga harus dihadapkan dengan pertimbangan efisiensi dari pembangunan suatu infrastruktur tertentu di daerah perbatasan. Misalnya, seberapa besarkah keuntungan dari yang didapat dari pembangunan tersebut. Apakah dengan membangun infrastruktur tersebut, sudah otomatis mengangkat taraf hidup masyarakat di daerah itu ke taraf yang lebih maju lagi? Dan masih banyak hal yang dipertimbangkan. Tapi sekali lagi penulis ingatkan bahwa hak untuk menikmati kesejahteraan hidup, adalah hak setiap warga Indonesia, siapun dia, tanpa terkecuali.

Semangat Otonomi daerah harus semakin digalakkan


Humbahas 1 yang nantinya duduk selama 5 tahun ke depannya harus siap memperjuangkan otonomi daerah dalam pengembangan Humbahas menuju kesejahteraan yang adil dan beradab. Tanpa harus melakukan ego kedaerahan dan terus menjunjung kesatuan bangsa. Sesuai nilai-nilai dasar yang dikembangkan dalam UUD 1945 berkenaan dengan pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah di Indonesia, yaitu:
1. Nilai Unitaris, yang diwujudkan dalam pandangan bahwa Indonesia tidak mempunyai kesatuan pemerintahan lain di dalamnya yang bersifat negara ("Eenheidstaat"), yang berarti kedaulatan yang melekat pada rakyat, bangsa dan negara Republik Indonesia tidak akan terbagi di antara kesatuan-kesatuan pemerintahan; dan
2. Nilai dasar Desentralisasi Teritorial, dari isi dan jiwa pasal 18 Undang-undang Dasar 1945 beserta penjelasannya sebagaimana tersebut di atas maka jelaslah bahwa Pemerintah diwajibkan untuk melaksanakan politik desentralisasi dan dekonsentrasi di bidang ketatanegaraan.
Maka dari itu, dalam pesta demokrasi Humbahas Rabu, 9 Juni 2010, yang sudah saban hari terlaksana, seharusnya semoga menjadi batu loncatan bagi kita masyarakat Humbahas yang memilih para calon bupati dalam pencalonnannya, benar-benar memperhatikan keluhan seluruh umat, termasuk di dalamnya pengembangan dan pemberdayaan daerah pinggiran/perbatasan yang masih tertinggal, serta calon yang siap memperjuangkan perjuangan otonomi daerah dalam memajukan Humbahas ke depannya. Karena peran aktif seorang Bupati nantinya sangat dituntut menjadi figure bupati yang sangat loyal dalam mengarahkan haluan pembangunan Humbahas ke arah yang lebih baik.

Terus berkarya

Sekedar catatan kaki dengan para calon yang kalah sudah sebaiknya berprilaku menjadi kontrol dalam proses perjalan pembangunan tersebut, sehingga pembangunan tetap menguntungkan kehidupan khalayak ramai secara adil dan merata. Karena paradigma yang berkembang selama ini, bahwa calon yang kalah akan sibuk dengan tuntut menuntut ketidak adilan dalam pemilu, dan setelah itu diam dan acuh tak acuh akan berjalannya roda pemerintahan, dan mungkin sibuk untuk pemenangan periode selanjutnya (jika masih ingin mencalonkan kembali). Terkesan hanya sibuk dengan melancarkan dan bahkan mempoles slogan-slogan baru yang akan didengungkan kembali di masa pemilihan berikutnya. Dan paling fatalnya dengan berpangku tangan hanya asyik berkoak-koak mengkritik pemerintahan yang sedang berjalan, serta berusaha mencari celah bagaiman menggulingkannya bila bisa secepatnya. Seburuk itukah moral kita?
Seharusnya para calon bupati itu tidak hanya perlu dekat pada masyarakat pada saat-saat mendekati hari ‘H’ pesta demokrasi. Karena itu akan sangat merugikan seluruh unsur masyarakyat, termasuk calon itu sendiri. Dimana masyarakyat bisa saja dibutakan oleh visi misi yang menggiurkan, sementara ketokohannya belum teruji. Dan bagi para calon, apabila telah lama dekat dengan masyarakyat, hal itu akan memudahkan langkahnya menuju tahta pemerintahan tersebut. Karena pastinya masyarakat semakin pintar untuk menilai mana iklan kampanye yang hanya berisi janji-janji palsu. Dan membandingkannya mana calon pemimpin yang bermasalah/ atau berkelakuan baik dari segi moral, etika maupun hukum.
Semoga pilkada Humbahas menjadi benar-benar utuh sebagai pesta demokrasi, pestanya rakyat, pesta menyambut seorang tokoh pembawa perubahan Humabahas menuju arah yang lebih baik. Dan menjadi pesta demokrasi yang damai dan bisa menjadi teladan bagi pesta demokrasi di daerah lainnya di negeri ini.

Humbahas-1 Menatap Era Ke-2 di Antara Kerah Putih Dan Dasi Merah


Setelah menjalani beberapa proses pemilukada yang sangat panjang dan cukup melelahkan, pesta rakyat Humbahas telah usai dengan sukses. Ditandai dengan pelantikan pemenang hasil pemilukada, Drs. Maddin Sihombing M.Si / Drs. Marganti Manullang oleh Gubsu Syamsul Arifin, SE di Aula HutaMas, Dolok Sanggul, Kamis, 26 Agustus 2010. Hal ini Bupati yang menduduki kursi emas Humbahas lima tahun ke depan adalah orang yang sama dengan lima tahun terakhir.
Sebagai masyarakat Humbahas kita patut mengucapkan selamat & sukses bagi mereka, yang terpilih kembali, dalam arti mereka masih layak di mata masyarakat Humbahas untuk memimpin kembali dalam satu periode 5 tahun ke depan. Tentunya kata selamat ini tidak jauh dari harapan dan asa yang dibebankan ke pundak mereka. Banyak hal yang kita inginkan dari mereka, sesuai dengan porsi masing-masing yang berbeda pula. Saatnya untuk menerima dan menuntut apa yang mereka janjikan selama masa kampanye kemarin. Kita harus tetap mengawasi langkah mereka dalam mengendalikan kemudi pembangunan Humbahas, mau dibawa ke arah mana nantinya. Kita harus menjadi kontrol sosial, yang tentunya harus pandai-pandai melihat situasi serta pintar mengkritisi perjalanan itu. Maka harapan-harapan untuk hidup yang sejahtara kemungkinan lebih besar dapat tercapai.
Dalam hal ini penulis menitikberatkan bahasan akan pembangunan daerah perbatasan yang terpencil bukan berarti melupakan hal-hal besar yang menjadi pusat perhatian dalam program pembangunan jangka lima tahun ke depan, yang di antaranya adalah kesehatan masyarakat, peningkatan pendidikan, penyelesaian registrasi hutan haminjon dengan TPL dan hal-hal besar lainnya. Tapi dalam hal ini saya menitikberatkan bahasan ini, karena saya merasa hal ini sangat jarang dibahas oleh orang-orang sehingga permasalahan akan ketertinggalan di daerah perbatasan akan semakin tertinggal apabila tanpa membuka wacana-wacana yang mengulasnya secara rutin di kesempatan yang sama. Padahal hal ini sangat dibutuhkan dengan waktu yang mendesak. Dimana penyelesaian permasalahan daerah perbatasan tertinggal ini juga tidak akan terlepas dari masalah infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan masyarakat, serta masalah sosial lainnya.
Melihat dari latar belakang Bupati Humbahas, saya yakin beliau telah lebih tahu akan menyelesaikan masalah permasalahan otonomi daerah. Karena beliau adalah salah seorang perumus undang-undang otonomi daerah jauh sebelum terjun menjadi bupati.
Persepsi penanganan kawasan perbatasan lebih didominasi pandangan untuk mengamankan perbatasan dari potensi ancaman dari luar dan cenderung memosisikan kawasan perbatasan sebagai sabuk keamanan. Hal ini telah mengakibatkan kurangnya pengelolaan kawasan perbatasan dengan pendekatan kesejahteraan melalui optimalisasi potensi SDA, terutama yang dilakukan investor swasta. Sebenarnya persoalan daerah perbatasan merupakan persoalan tersendiri yang justru tidak pernah mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Di sini pemerintah daerah harus lihai untuk memberikan keadilan kepada seluruh rakyatnya tanpa harus menunggu uluran tangan dari pemerintah pusat. Sehingga arti dan makna otonomi daerah itu dirasakan oleh kalangan masyarakat dari seluruh lapisan.
Kita akui Humbahas saat ini sudah tergolong berhasil dalam penerapan otonomi daerah. Yang dibuktikan dengan perbaikan infrastruktur jalan dan bangunan-bangunan kantor desa dan posyandu di setiap desa di Humbahas. Tapi masih banyak hal yang harus dikembangkan, yakni dengan adanya kefokusan pengembangan melalui pendekatan ekonomi produktif desa dan penguatan kelembagaan lokal dan pengembangan jaringan dan pemberdayaan potensi di daerah perbatasan. Program percepatan pembangunan infrastruktur daerah tertinggal, yaitu pembentukan kelompok kerja program pembangunan wilayah yang bisa saja didapatkan dengan melalui swadaya masyarakat setempat dengan bergotong royong. Sehingga pembangunan jalan-jalan yang masih belum mengalami pengerasan, setidaknya bisa dilalui angkutan umum. Maka dengan demikian pemercepatan pembangunan daerah terpencil akan segera terselesaikan permasalahannya. Bupati terpilih harus lihai dalam pemberdayaan sumber daya masyarakat di daerah perbatasan, dalam hal peningktan taraf hidup mereka. Yang bisa saja dengan pemaksimalan kelompok tani, atau hal-hal lain sebagainya.

Peran masyarakat dalam pemercepatan pembangunan

Kita masih bersyukur memiliki daerah perbatasan yang juga masih daerah NKRI. Yang masih jauh lebih ringan penangan penyelesaian ketertinggalan daerah perbatasan bila dibandingkan dengan daerah-daerah lain di negeri ini yang berbatasan langsung dengan negara lain. Dimana, seringkali menjadi masalah kedaulatan bangsa, sebut saja daerah Entikong, di Kalimantan Barat, pulau Borneo sana. Yang kita ketahui bersama, dari banyak media, dimana di kawasan tersebut lebih banyak mengunakan Ringgit daripada Rupiah dalam hal bertransaksi. Penduduk lebih tahu pejabat Malasya dibanding dengan pejabat Indonesia. Dalam arti penanganan pemberdayaan masih bisa lebih difokuskan terhadap peningkatan ekonomi, walau dalam hal ini juga tidak mengesampingkan peningkatan keamaanan. Tapi tetap saja kita harus berpegangan bahwa kawasan perbatasan adalah merupakan serambi depan. Yang sebenarnya sudah tersirat dalam pepatah leluhur kita ”dompakna do tajomna”. Dalam arti faktor ekonomi jelas membuat kawasan perbatasan. Dan itulah realita hidup di daerah perbatasan.
Bupati dalam hal kewenangannya sebagai kepala daerah, jika menginginkan pembangunan di Humabahas yang lebih maju lagi selama lima tahun ke depannya, harus bisa merangkul seluruh lapisan masyarakat. Tidak memandang status yang dimiliki, atau kata singkatnya harus menjauhkan praktek KKN (korupsi,kolusi, dan nepotisme). Termasuk di dalamnya adalah kembali merangkul orang-orang yang menjadi saingannya dalam pertandingan pemilukada silam kembali bekerjasama. Karena apa pun alasannya mereka adalah anak-anak Humbahas yang memiliki nilai kompetensi yang lebih. Beliau harus memimpin barisan untuk kembali merapatkannya dalam melangkah ke depannya. Tidak perlu kwatir dikatakan penakut, atau ingin hanya cari simpati.
Sebagai salah seorang mahasiswa yang dalam proses menerima pendidikan perkuliahan, penulis juga berharap kepada Bupati agar memberikan perhatian yang besar, dan membuka peluang yang seluas-luasnya bagi para saudara-saudara kami, anak-anak Humbahas yang masih belum bisa merasakan manisnya pendidikan akibat garis kemiskinan. Beliau juga harus mampu merangkul kaum-kaum cendikiawan, ebut saja sebagai contoh mudah, Bupati bisa saja mempromosikan Kabupaten Humbahas sebagai daerah penelitian bagi mereka-mereka yang masih penelitian dalam hal ini mahasiswa yang berasal dari Humbahas yang saat ini sedang menikmati perkuliahan di berbagai universitas negeri maupun swasta di seluruh pelosok negeri ini dengan berbagai program studi. Yang dalam kehidupan kampus sering diistilahkan dengan kuliah kerja nyata. Artinya Humbahas bisa digunakan sebagai laboratorium percobaan para cendikiawan tersebut. Dan dalam hal ini, Bupati juga secara tidak langsung telah berperan dalam kaderisasi generasi penggerak roda pemerintahan Humbahas di masa yang akan datang.
Sekali lagi, janganlah menganggap kawasan perbatasan sebagai halaman belakang rumah kita, tapi merupakan serambi depan, yang tidak hanya menjadi perhatian pihak-pihak terkait, tetapi agar diwujudkan secara konkret, sehingga perhatian-perhatian tersebut menjadi kenyataan yang membangun. Dimana banyak hal-hal kecil yang dampaknya sangat besar bisa kita lakukan, tentunya bila dilakukan serius dan berkesinambungan. Semoga Humbahas-1 dan masyarakat Humbahas bekerjasama dan sama-sama melakukan dan merasakan arti pembangunan menuju kesejahteraan yang adil dan makmur di era yang ke-2 ini.

Penulis adalah mahasiswa Biologi, Universitas Sumatera Utara, Ketua Ikatan Mahasiswa Humbahas USU(IMHU) berasal dari Desa Lumban Sianturi, Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbahas.

Kenapa Pornografi Merusak Anak dan Remaja?

Horas to my huta

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di satu sisi telah membawa dampak positif pada perkembangan kehidupan masyarakat. Namun, di sisi lain juga membawa efek negatif pada perkembangan anak, terutama pornografi.

Banyak orang yang belum menyadari bahwa anak dan remaja di Indonesia telah terpapar pornografi dalam jumlah yang tidak bisa dibayangkan dan berpotensi menimbulkan kerusakan otak yang melebihi efek narkoba.

Mengapa pornografi sangat rentan bagi anak dan remaja?

"Pornografi dapat memberi dampak langsung pada perkembangan otak anak dan remaja, yang bisa menyebabkan kerusakan otak permanen bila tidak segera diatasi," ujar Dr Mark B. Kastlemaan, pakar adiksi pornografi dari USA, dalam acara 'Seminar Eksekutif Penanggulangan Adiksi Pornografi' di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Senin (27/9/2010).

Menurut Dr Mark, ada dua bagian otak yang masing-masing berfungsi untuk berpikir logika (Pre Frontal Corteks atau bagian otak depan) dan emosi reaktif (sistem limbik atau bagian tengah otak).

Pada bagian Pre Frontal Corteks (PFC), otak bertanggung jawab untuk mengontrol konsekuensi, tujuan masa depan, kecerdasan dan rasa peduli dengan orang lain.

Sedangkan pada bagian limbik, otak bertanggung jawab untuk melindungi dari bahaya, keinginan untuk bersenang-senang, tidak peduli dengan konsekuensi dan hanya peduli pada diri sendiri (ego).

"Pornografi sangat rentan pada anak dan remaja karena bagian logika otak belum berkembang dengan baik," jelas Dr Mark lebih lanjut.

Dr Mark menjelaskan, ada 3 tahapan perkembangan otak, yaitu koneksi, pemangkasan dan myelinasi.

1. Koneksi
Tahapan ini adalah ketika anak-anak membawa informasi dari lingkungan sekitar dan menyimpannya di neuron (sel-sel otak). Terdapat triliunan sel-sel otak yang saling terkait. Pada tahapan ini bagian limbik otak berkembang sangat awal dan mencapai puncak pada usia 3 bulan, sedangkan bagian logika (PFC) baru mencapai puncak pada usia 3 tahun.

2. Pemangkasan
Pada tahapan ini, otak melakukan pemilihan informasi mana yang bisa digunakan dan mana yang dibuang. Sambungan-sambungan saraf yang digunakan akan tetap dan menjadi kuat, sedangkan yang tidak digunakan akan 'hilang'. Pada tahapan ini, limbik akan hilang atau terpangkas di usia 5 tahun, sedangkan PFC belum lengkap sampai usia 16 tahun.

3. Myelinasi
Pada tahapan ini, neuron dilapisi oleh zat yang berlemak, licin seperti lilin yang disebut myelin. Bagian limbik akan mengalami proses myelinasi pada usia 7-8 tahun (otak kelihatan seperti 'orang dewasa'), sedangkan PFC belum lengkap sampai usia 25 tahun.

Dari 3 tahapan otak tersebut sangat jelas bahwa bagian otak limbik yang tidak peduli dengan konsekuensi berkembang lebih dulu. Nah, pada anak dan remaja yang bagian otak logikanya belum berkembang, pornografi akan sangat berpengaruh dan rentan menyebabkan adiksi (kecanduan) serta bisa merusak tumbuh kembang otak anak.

Pada pecandu pornografi, Dr Mark menjelaskan, otak akan merangsang produksi dopamin dan endorfin, yaitu suatu bahan kimia otak yang membuat rasa senang dan merasa lebih baik.

Dalam kondisi normal, zat-zat ini akan sangat bermanfaat untuk membuat orang sehat dan menjalankan hidup dengan lebih baik. Tapi dengan pornografi, otak akan mengalami hyper stimulating (rangsangan yang berlebihan), sehingga otak tidak bekerja dengan normal bahkan sangat ekstrem, yang kemudian bisa membuatnya mengecil dan rusak.

"Bila bagian otak limbik selalu digunakan untuk pornografi pada anak dan remaja, maka bagian otak yang bertanggung jawab untuk logika akan mengalami cacat, karena otak hanya mencari kesenangan tanpa adanya konsekuensi," tutur Dr Mark.

Dengan rusaknya otak, maka anak dan remaja akan mudah mengalami bosan, merasa sendiri, marah, tertekan dan lelah. Selain itu, dampak yang paling mengkhawatirkan adalah penurunan prestasi akademik dan kemampuan belajar, serta berkurangnya kemampuan pengambilan keputusan.

"Tapi sebenarnya pornografi pada anak lebih mudah diatasi ketimbang pada orang dewasa," tegas Dr Mark.

Menurut Dr Mark, otak anak yang belum berkembang dengan sempurna sebenarnya bersifat neuro plastic (mudah dibentuk).

Di satu sisi akan berdampak buruk karena pengaruh media dan pornografi akan lebih mudah masuk. Tapi di sisi lain pengaruh tersebut bisa lebih mudah dihilangkan bila ada usaha yang dilakukan perlahan untuk memulihkannya, terutama usaha yang dilakukan oleh orangtua.

So, Masalah pornografi, mari kita tanggapi lebih serius kembali.

RUJI NI ARI DOHOT PAMILANGINA (bag.VIII - akhir)

on Jumat, 08 Oktober 2010

Horas to my huta

Hombar tu pangalaho dohot parbinotoan ni sada halak do diampehonhon tu ibana goar tohonan harajaon, hadatuon, haguruon dohot hatuanon.

1. Datu Panusur.

Ia naginoaranna Datu Panusur ima, datu na patontuhon parhutaan. Ima parpeak ni jabu, unang disipak dolok, jala manontuhon harbangan dohot bahal ni huta. Datu Panusur do patariashon tu jolma na di huta i, unang gabe tu anak ni desa adop i jabuna (ima ginoarna mandesai jabu, huta dihot parikna).

2. Datu Pagar Dohot Taoar

Sadalan do pagar tu taoar. Molo di boto pauli pagar nungnga diboto i pauli taoar jala nungnga diboto i manjaha manuk sitohotoho (hontas). Adong do deba sian datu pagar naboi maniop manuk gantung, ima manuk ni gora (parmusuan ). Indang sumbarang sitiop manuk gantung, marangkop habeguon do i dohot hasingalon, ai jolma sihosoman ni bariba musu do i. Jala molo margoar datu pagar ibana dang olo be i anggo tung tangkas paurak donganna datu. Sian sorta ni pandohanna do ibana ditanda datu tandang naung sahat ibana tu datu pagar (taoar). Ima torsa-torsa ni hata namandok “Dang jadi ajian napinagaran”, lapatanna, dang jadi paoto-otoon naniubatan jala nungnga godang diboto i pompang ni pangalaho .

3. Datu Parsili

Ia datu parsili, boi do i hurang dipagar hurang ditaoar alai pande manggana parsili jala pande dohot manurungi parsili i. Sadalan do parsili tu sipaimbar, jala molo didok datu pagar dang hataoaran be, ingkon manggana parsili do jala palaho sipaimbar, alapan ma datu parsili.

Ala ni i do umbahen nang hatop dialusi jolma najolo molo adong najou-jou sian ladang, ai dihabiari sotung adong napalaho sipaimbar. Ai manang ise mangalusi pintor tusi do bali sahit ni halak napalaho sipaimbar i, Jala mansai maol do malum sahit molo na hona sipaimbar. Lapatanna, molo sahit rintik do sahit ni napalaho sipaimbar i olo do sai adong na rintik sahat tu pomparan ni namangalusi i. Ai nunga dijalo tondina sahit i

4. Datu Pandudu

Ia datu pandudu ima, naung tangkas umboto ende-ende ni tunggal panaluan, raksa ni desa naualu namanjadi bindu matoga tung so boi do datu pandudu ia so tangkas di ibana tonggo-tonggo, ende-ende, gonsi-gonsi dohot pardalan ni bindu matoga i.

Ai adong do subang ni i tu datu laho manggorga bindu matogai, ai ndang jadi lilitan ni rambu na ibana jala ingkon boi do ibana puas sian pintu ni bindu matoga i.

Nang pe naung hea ibana mangalompas panduduon, sipata do dililit rambu na ibana, ima na nidokna bosi mangan sopuna, datu mangan saputna.

5. Datu Parmanuk

Molo margoar datu parmanuk, ima naung boi manjaha manuk diampang. Godang do datu naung boi manjaha manuk di ampang, alai sai adong do namarsisurungi hadatuon ni jolma manjaha manuk. Ai adong do deba parrobo ni manuk diampang i na asing sian na tarsurat dipustaha i. Nadeba ndang holan manuk i dijaha, dijaha do deba namasa ditingki parmanuhon i, pardalan ni jolma, soara binegena dohot pulung-pulungan pinaumbukna. Sipata do ro rumbung pulung-pulunganna sipata dang rumbung jala marbona sian i ma hata na mandok pamulung do oloan, astuanna nang hurang pulungan i, molo gok di dok pamulung i, naung gok do i di datu. Molo manuk ni na hol do songon i, sai gok didok pamulung nang hurang pulungan i marhangkung do datu ingkon tubu anak ni na hol inon.

6. Guru Bisara

Ia namargoar Guru Bisara ima naung tangkas umboto mangalahat horbo santi guru bisara nama pusat ni namargoar hadatuon. Molo laho mangalahat horbo santi guru bisara, hundul dope nunga mulai ibana marende-ende dohot pargonsi. Jala pargonsi pe dang sumbarang pargonsi be molo pola tu horbo santi. Ai sude ende-ende dohot raksa ni datu i, ingkon boi buaton ni pargonsi i, ai molo so boi ditangkup pargonsi pandohan ni datu, pintor hona asup do pargonsi dibahen, suhut hona ulpuk dibahen datu. Ima alana umbahen sai serep pargonsi ni datu. Umpamana molo mandok datu: “Diboto ho do gondang nion”, molo ninna datu. “Huboto”, molo nina pargonsi nunga hona ulpuk pargonsi i. Mangupir ma datu, jala marende ma datu i laos diulpuk ma pargonsi i. Alai olo do nang datu diuji pargonsi nang pe hira soadong datu talu dibahen pargonsi. Songon on ma dibahen pargonsi manguji datu: Molo didok datu bahen ma jolo gondang ni on, hape dialusi pargonsi. “Nang so didok ho bahenonhu do”. “Bahen parsarune”, ninna datu i muse. “Dang mangkuling dope taganing”, ninna parsarune. “Bahen pandoali”, ninna datu. “Dang mangkuling dope taganing ai guru di partaganing do hami”.

Molo so malo datu palua dirina, olo ma ngongong datu i. Alai molo naung tangkas marguru do ibana, pintor didok do tu suhut, “lehon jolo pangarintaran”. Dang tarjua pargonsi i be sopaluonna ai nunga ro peleanna. Marpardomuan do torsa-torsa namandok: “Molo ro gondangna, ingkon ro tortorna”. Lapatanna, maol do ditortori halak gondang (gonci) na so domu do tu rohana, jala maol do diula halak ulaon na so domu tu rohana (dang ro subutan ni rohana). Ido umbahen sai dipanggar datu suhut tu pargonsi unang sega do ulaon ni datu i.

Ai molo dipasuhar partaganing i palu-paluna i, olo do pipot datu i, songon i parsarune molo dipahorus-horus piltik ni sarunena i olo do pipot datu. Ido alana umbahen sai tardidok datu ende-endena tingki mandudu dohot mangalahat horbo santi songonon tingki hundul dope ibana .

Didia lumban mu

Dilumban batu lumban nami

Mananti ma hamu

Mangalap datu dope hami

Marhua lumbanmu

Marsanti rea raja nami

Bahen ma jolo amang batara guru humundul partarias namalo, nang so pola hudok boi do dibotoho

Situmbur ni bulu

Sidangka ni hopo-hopo

Nasobok songon ahu

Sidongan-dongan mangomo

Au do mangaraksa

Gumodang do diho

Bahen ma jolo gondang ni pangalapi i.

Ia songon i logu ni datu i ingkon songon i do soara ni gonsi-gonsi i.

Nunga dibahen ho i amang pardoal pargonsi, Baen ma jolo gondang ni talitalion

Binuat silinjuang

Ampe di pangubari

Jagar do simanjujung

Bahenon tali-tali

Nunga dibahen ho amang bataraguru humundal partarias namalo, parindahan na suksuk, parlompan na tabo, bahen ma jolo gondang ni sampe-sampeon,

Uli do silinjuang

Bahen sanggul ni ampang

Najagar do angkula

Lehonon sampe-sampe ni ampehon tu abara

Umbahen mandok datu parindahan nasuk-suk parlompan natabo, didimpu do indahan dohot lompan tu pargonsi. Molo so didimpu indahan dohot lompan tu pargonsi nunga murak suhut i, jala mabiar ma suhut i ala hata ni datu i

Jadi dang sumbarang na boi mandok parindahan nasuksuk parlompan na tabo tu pargonsi holan datu do dohot parsinabul.

Dung sidung parhobasan di datu i, borhat ma ibana manggombar bindu matoga i, alai laho mangalangka datu i dang jadi dompakonnonna pane ingkon mangaransang do pane tu bindu matoga i.

Ninna ma:
Bahen ma jolo gondang ni bindu matoga on asa toga-togu amanta na marsanti rea bolonon. Turturan ni sunggapa. Pianaruning-uningan. Jagar bindu matoga. Mangalit sian hambirang. Dion bindu matoga. Mula ni gorga na birong. Mula ni gorga na bara. Mula ni gorga na bontar. Mula ni pambira-biraon manjadi pambarbaron. Mula ni panguhiron manjadi panggorgaon. Holit mula ni hamoraon. Buas mula ni edang.
Hasingalon majadi hatangkangon. Panggalangon manjadi harajaon. Paung ni irik-irik na so jadi pautangon. Ugasan lume na so jadi doboon. Tomu manomu-nomu na so jadi bajoon. Ima ni minaksihon ni Tuan Sori Mangaraja huhut digorga ma bindu matoga i, alai dang jadi lilitan ni rambuna ibana. Ingkon sian pintu ibana bongot, sian pintu ibana ruar. Dung sidung di gorga datu i bindu matoga i diraksahon ma dohot angka ula-ula na pinangkenai, ima: tangke, piso, tuhil, saoan, napuran, renteng ni manuk dohot na asing sahat tu tunggal panaluan (taringot tu ende-ende na di pudi pe pinatorang)

7. Guru Sinaingan

Ia namargoar guru Sinaingan nunga padonok parbinotoan na dohot guru BISARA, alai gumodang ibana manjaha parlangtian dohot manangkal aji-ajian. Ndang pola dipasomal dirina manandanghon Hadatuon ai ditandangina ma ibana (TINANDANGAN).

8. Guru Parpansaginjang

Sarupa do parbinotoan ni guru parpansaginjang dohot guru bisara, alai guru parpansa-ginjang dang olo tandang be. Gumodangnama ibana manurati angka pustaha dohot pature parbiusan, jala molo adong guru parpansaginjang di bius i dang apala olo guru bisara manandangi (mangalahat horbo) di bius ni parpansaginjang anggo dang guru parpansaginjang i namangido.

9. Guru Siopat Pusoran

Umbahen digoari guru siopat pusoran, nunga di ibana haguruon, hamoraon, habeguon dohot harajaon. Alai dang apala olo manandanghon hadatuonna dohot habeguonna tu luat ni halak, holan luatna do gumodang dipature.

10. Tuan

Mansai godang do pandok ni halak taringot tu tuan adong na mandok lapatan ni tuan ala sai tu-an tu-an manang dang sonang di luatna.

Mangihuthon hata ni guru Bisara Baliga Simanjuntak sian batu nabolon pohan julu dohot hata ni guru Sinaor Tambunan sian Lumban Pea Tambunan tu Jos Pohan songon ondo: molo dung digoari ibana tuan naung hea do ibana marguru tu luat hara banua holing jala nunga adong parbinotoanna na so adong dope di luatna hinan. Natumangkas pataridahon ima tuan sori mangaraja, jala molo so diboto dope Hasingalonna barita ni Tuan Sori Mangaraja (habeguonna, hasaktionna, hamoraonna dohot harajaonna) dang digoari i naung haguruan (guru) di habatahon. Sude do guru bisara mamboto barita ni Tuan Sori Mangaraja ala ditingki ni Tuan Sori Mangaraja do mula ni parbiuson dohot horbo santi sahat tu parjambaranna.

Laos marhite on ma pinagido tu angka dongan na ringgas manurat ugari ni habatahon asa gabe tangkas diantusi lapatan ni tektek mula ni gondang serser mula ni tortor siup mula ni tabas dohot angka namardomu tusi, asa horas tondi madingin pir to matogu.